Hessa Air Genting, Asahan – SUMUT, Senin 05 Januari 2026.
Hessa Air Genting, Asahan – SUMUT, MediaTargetKrimsus.Com — Jenazah almarhum Pratu Farkhan Sauqi Marpaung yang meninggal dunia saat menjalankan tugas di wilayah perbatasan RI - Papua tiba di rumah duka di Dusun IV Desa Hessa Air Genting, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Sabtu (3/1/2025) dini hari.
Kedatangan jenazah Pratu Farkhan Sauqi Marpaung Disambut dengan isak tangis keluarga serta kerabat saat peti jenazah almarhum di turunkan dari ambulance dan di bawa masuk kedalam Rumah Orang Tua Almarhum.
Seperti yang dikabarkan, Pratu Farkhan Sauqi Marpaung yang merupakan Prajurit Yonif 113/Aceh ini diduga meninggal dunia setelah dianiaya oleh seniornya sesama Prajurit TNI AD.
Prajurit Satu (Pratu) Farkhan Syauqi Marpaung kini telah disemayamkan di peristirahatan terakhirnya di tempat pemakaman umum (TPU) Dusun V, Desa Hessa Air Genting, Air Batu, Kabupaten Asahan, Sabtu (3/1/2026).
Prosesi pemakaman berjalan dengan khidmat dan penuh haru. Upacara penghormatan langsung dipimpin oleh inspektur upacara, Kolonel Inf Dimar Bahtera.
Tangis keluarga tak terbendung setelah melihat peti milik anaknya dibawa dari masjid dekat rumahnya di Dusun IV, Desa Hessa Air Genting, Air Batu, Kabupaten Asahan ke TPU.
Ibu Pratu Farkhan Syauqi Marpaung terkulai lemas dan bersandar dibahu keluarga.
"Anakku, sehat-sehat kamu ya nak. Selamat jalan anakku," kata ibu Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, Marsinah Wati Silalahi.
Duka mendalam menyelimuti keluarga seorang prajurit TNI, Pratu Farkhan Sauqi Marpaung, yang meninggal dunia saat bertugas di pos perbatasan Papua–Papua Nugini. Almarhum diduga menjadi korban kekerasan oleh seniornya saat menjalankan tugas pengamanan di Pos Sanepa, Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, Papua. Kabar duka tersebut diterima keluarga pada Rabu (31/12/2025), sementara jenazah diberangkatkan dari Timika menuju kampung halaman di Asahan, Sumatra Utara.
Menurut keterangan keluarga, korban sempat mengeluhkan sakit dan menggigil di pos tugas. Saat berjemur untuk menghangatkan badan, korban diduga justru mendapat hukuman fisik berupa pemukulan dan tendangan dari senior berpangkat Kopral Dua. Kondisinya yang semakin lemah membuat rekan-rekannya membawa korban ke bagian kesehatan, namun nyawanya tak tertolong.
Salah seorang keluarga korban saat dikonfirmasi Awak Media meminta Panglima TNI dan Kasad TNI dapat mengusut kasus dugaan penganiayaan terhadap korban yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
"Kami berharap kasus ini dapat diusut tuntas dan transparan dan kami berharap kiranya almarhum mendapatkan keadilan dengan memberikan tindakan tegas kepada pelaku. "ujarnya.
Sementara itu ayah Almarhum, Zakaria Marpaung dan Ibu Almarhum, Marsinah Wati Silalahi nampak terpukul melihat anak kesayangannya sudah meninggal dunia. Raut kesedihan nampak jelas dari kedua orang tua almarhum Pratu Farkhan Sauqi Marpaung.
"intinya kami meminta keadilan dan berharap kasus meninggalnya anak kami dapat diusut tuntas" ujar Zakaria sambil terisak.
Terpisah pihak berwenang menyebutkan masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti meninggalnya Pradu Farkhan Sauqi Marpaung.
Panglima TNI Angkatan Darat diminta mengusut tuntas kematian Pratu Farkhan Sauqi Marpaung, prajurit TNI AD asal Kabupaten Asahan, yang meninggal dunia saat menjalankan tugas di Papua Tengah.
Berdasarkan laporan pendahu.luan, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 31 Desember 2025, di Pos Sanepa, Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah. Almarhum diketahui merupakan anggota Pos Sanepa Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 113/JS.
Dalam laporan disebutkan, pada pagi hari almarhum melaksanakan kegiatan korve bersama personel lainnya. Usai istirahat siang, almarhum mengeluhkan kondisi badan menggigil dan merasa sakit. Sekitar pukul 13.30 WIT, almarhum berada di sekitar dapur pos dan sempat mendapatkan pertolongan awal dari rekan sesama prajurit.
Namun, tidak lama berselang, almarhum dipanggil oleh seorang senior dan diarahkan ke samping dapur pos. Dalam laporan pendahuluan disebutkan adanya dugaan tindakan kekerasan berupa pemukulan menggunakan kayu ranting kering serta tendangan ke bagian dada kiri. Akibatnya, almarhum terjatuh dan mengalami kondisi lemas.
Melihat kejadian tersebut, personel lain segera melerai dan membawa almarhum kembali ke dalam rumah pos. Tim kesehatan pos langsung memberikan pertolongan pertama, termasuk pemasangan oksigen, infus, tindakan resusitasi, serta melakukan koordinasi dengan dokter Satgas.
Meski telah dilakukan berbagai upaya medis, nyawa Pratu Farkhan Sauqi Marpaung tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 14.15 WIT. Pihak satuan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke komando atas serta mengamankan terduga pelaku guna proses pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut.
Peristiwa ini menimbulkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga almarhum, tetapi juga masyarakat Kabupaten Asahan. Publik berharap kasus ini ditangani secara transparan, adil, dan profesional oleh institusi TNI, demi mengungkap kebenaran peristiwa serta memberikan keadilan bagi almarhum.
Panglima TNI AD diminta untuk mengusut tuntas kematian Pratu Farkhan Sauqi Marpaung yang berasal dari Kabupaten Asahan diduga dianiaya seniornya.
Berdasarkan keterangan dari...
*LAPORAN PENDAHULUAN MENINGGALNYA PRATU FARKHAN SAUQI MARPAUNG NRP 31210042730702 ANGGOTA POS SANEPA SATGAS PAMTAS RI - PNG MOBILE YONIF 113/JS*
*Yth. Dansektor Barat*
Tembusan :
- Para Kasi Sektor Barat
Izin Komandan melaporkan, pada 31 DESEMBER 2025 telah meninggal dunia Farkhan Sauqi Marpaung, Pangkat Pratu NRP 31210042730702 Akibat di duga dianiaya oleh Kopda Fitrah, NRP 31130749460492 di Titik Kuat Sanepa Satgas Pamtas RI - PNG Mobile Yonif 113/JS di Pos Sanepa Distrik Homeyo Kabupaten Intan Jaya Prov. Papua Tengah.
Adapun kronologis kejadian :
1. Pukul 09.00 WIT, Farkhan Sauqi Marpaung, Pangkat Pratu NRP 31210042730702 setelah makan pagi bersama dengan anggota TK Sanepa lainya melaksanakan korve dengan membuat tanggul pertahanan Pos.
2. Pukul 12.00 WIT, Personel TK Sanepa melaksanakan istirahat dan Almarhum masuk ke rumah untuk beristirahat dan tidur.
3. Pukul 13.30 WIT, Almarhum berjemur di samping dapur TK (dekat pos jaga belakang) dan ditanya oleh Serda Muhammad Rizal NRP 31040531801084 *"Kenapa kamu ?"* dan dijawab oleh Almarhum *" badan saya menggigil bang, saya sakit...*"
4. Kemudian Almarhum di pijit oleh Serda Muhammad Rizal di dekat Pos penjagaan 3 di TK Sanepa.
5. Kemudian Almarhum di panggil oleh Kopda Fitrah, NRP 31130749460492 dan Almarhum menuju samping dapur dan langsung diperintahkan oleh Kopda Fitrah NRP 31130749460492 untuk membungkuk dan dipukul bagian punggung sebanyak satu kali dengan menggunakan kayu ranting kering.
6. Kemudian setelah di pukul, Almarhum dan Kopda Fitra beradu argumen karena Almarhum merasa benar-benar sakit dan bukan main watak serta kemudian di perintahkan untuk sikap tobat dan di tendang oleh Kopda Fitra pada bagian dada (bagian tulang rusuk) sebelah kiri dan almarhum terlentang dan sempat merintih.
7. Melihat kejadian tersebut, Serda Muhammad Rizal dan Kopda Firman (yang sedang potong rambut) langsung mendatangi keduanya untuk melerai dan memisahkan keduanya serta memanggil anggota TK Sanepa lainya untuk mengangkat almarhum ke dalam rumah serta memanggil Bakes dan Takes untuk melakukan pertolongan pertama.
8. Sekitar Pukul 13.45 WIT, Wadanpos TK Sanepa, Serda Riza Lubis melaporkan kejadian tersebut kepada Dan TK Sanepa Kapten Inf Sugeng Jamianto dan langsung melihat kondisi Almarhum yang sudah lemas dan sedang dilakukan pertolongan pertama oleh Bakes dan Takes TK Sanepa dengan melakukan tindakan :
a. Pemasangan oksikam
b. Pemasangan infus pada tangan bagian kiri dan kanan
c. Tindakan RJP
d. Mengoles perangsang pada bagian hidung dan badan.
e. Tindakan Injeksi NHCL dan RL serta Injeksi epinefrin
9. Kemudian Dan TK Sanepa Kapten Inf Sugeng Jamianto melaporkan kejadian tersebut kepada Dan Satgas Pamtas RI - PNG Yonif 113/JS dan Tim Kesehatan terus berkordinasi dengan dokter Satgas Yonif 113/JS dan dokter Satgaskes.
10. Sekira pukul 14.15 WIT, Tim Kesehatan (Bakes dan Takes) TK Sanepa dinyatakan Almarhum Farkhan Sauqi Marpaung, Pangkat Pratu NRP 31210042730702 meninggal dunia.
Adapun Langkah-langkah yang dilakukan :
1. Melaporkan kepada Komando atas
2. Mengamankan dan membawa Kopda Fitra ke Kotis untuk dilaksanakan pendalaman
3. Memberikan pemahaman kepada personil yang lain dan leting almarhum agar tidak membuat permasalahan baru.
Demikian laporan pendahuluan, selanjutnya mohon petunjuk.
Penerangan Kodim Asahan TNI Angkatan Darat Prabowo Subianto Hinca IP Pandjaitan Polres Asahan, Cerita Asahan, Pemerintah Kabupaten Asahan.
Keluarga Pratu Farkhan Sauqi Marpaung, prajurit TNI AD dari Yonif 113/JS Jaya Sakti, Aceh, melaporkan kasus kem*tian anak mereka ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) Kisaran. Pratu Farkhan diduga meninggal dunia akibat pengani*yaan oleh seniornya, Kopda Fitrah, saat bertugas di wilayah perbatasan Papua.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (31/12/2025) di Titik Kuat Sanepa, Satgas Pamtas RI-PNG Pos Sanepa, Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah. Informasi yang diterima keluarga menyebutkan, Pratu Farkhan diduga mengalami kek*rasan fisik berupa pemuk*lan menggunakan ranting kering, tendangan, hingga dijatuhi hukuman fisik berupa sikap tobat.
Keluarga Pratu Farkhan Sauqi Marpaung, prajurit TNI AD dari Yonif 113/JS Jaya Sakti, Aceh, melaporkan kasus kematian anak mereka ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) Kisaran.
Pratu Farkhan diduga meninggal dunia akibat penganiayaan oleh seniornya, Kopda Fitrah, saat bertugas di wilayah perbatasan Papua.
#Panglimatni
#TNI
#TNIAD
#PrabowoSubianto
#HardNews_Viral #FlashOne #CariBeritaditvOne #TNI #Aceh #PratuFarkhan #FO03
#HardNews_Kriminal #FlashOne #CariBeritaditvOne #PratuFarkhanSauqi #FO02
#AsahanTvVIRAL #VIRAL #AsahanTvNew
Diberitakan Oleh:
*(DL - Tim Red)*
🌈🦋 🌈
  
.







Social Header